Dikte School

Setiap manusia terdiri dari dua tubuh, yaiut fisik dan psikis. Tubuh fisik terdiri dari badan, kepala, tangan, kaki, beserta organ dalam. Semuanya dapat dilihat baik dengan mata atau menggunakan alat bantu teknologi. Berbanding terbalik, bagian tubuh psikis manusia tidak dapat dilihat oleh mata bahkan dengan bantuan alat. Oleh sebab itu terjadi banyak masalah terhadap tubuh psikis manusia, salah satunya adalah self awareness.

Menurut Goleman, self awareness adalah kesadaran diri seseorang dalam memahami, menerima, dan mengelola setiap potensi dirinya. Kesadaran diri seseorang dapat dilihat jika dapat mengenali apa yang dirasa dalam diri dan mengambil keputusan yang tepat. Sebenarnya banyak faktor yang dapat mempengaruhi kesadaran diri. Soedarsono Soemarmo telah menyimpulkan tiga faktor penting dalam mempengaruhi kesadaran diri seseorang.

Faktor Penting Pembentuk Kesadaran Diri

Pertama, value system atau sistem nilai. Faktor ini bersifat normatif dan menjadi unsur pembentukan kesadaran diri yang mengarah pada kejiwaan. Sistem nilai ini memiliki Tiga komponen penting, yaitu refleksi hati nurani, harga diri, dan takwa kepada Tuhan. Komponen-komponen tersebut tidak hanya menjadi pedoman moral, tetapi  juga mengarah kepada sikap dan perilaku. Contohnya, seorang individu yang memiliki refleksi hati nurani yang kuat akan mampu menilai tindakannya secara kritis dan bertanggung jawab.

Kedua, attitude atau cara pandang. Terdapat dua komponen penting pembentuk cara pandang, yaitu kebersamaan dan kecerdasan. Dalam komponen kebersamaan, individu memperoleh dua bentuk kesadaran diri berupa penilaian dan keteladanan orang lain. Lalu pada komponen kecerdasan merujuk pada kemampuan diri untuk memahami, mengelola, serta mengembangkan kualitas diri.

Ketiga, behavior atau perilaku. Jika individu itu spesial, maka seseorang akan melakukan hal spesial dalam bentuk perilaku. Hal ini tercermin dalam sikapnya yang ramah, tulus, dan santun. Sikap tersebut bukan hanya untuk menarik individu tapi mengarah kepada tulusan hati. Contohnya seorang pemimpin yang ramah akan mampu menciptakan suasana kerja yang kondusif dan penuh kepercayaan dari anggota timnya.

Ketiga faktor tersebut harus dimiliki individu dalam membentuk kesadaran diri mereka. Memiliki ketiga faktor ini secara seimbang sangat penting karena mereka saling melengkapi dalam proses pembentukan self awareness. Jika seseorang tidak memiliki atau mengabaikan salah satu dari faktor tersebut, hal ini bisa menimbulkan dampak buruk yang signifikan pada pengelolaan diri.

Pentingnya Self Awareness

Efek paling nyata dari kurangnya kesadaran diri adalah kesulitan dalam mengelola emosi. Individu yang tidak sadar diri cenderung mudah terpancing emosi negatif seperti marah, cemas, atau sedih tanpa sebab yang jelas. Hal terseubut akan berdampak pada kualitas hidupnya dan hubungan sosial di sekitarnya. Selain itu, mereka akan kesulitan memahami kekuatan dan kekurangan diri sendiri, sehingga tidak mampu memaksimalkan potensi atau memperbaiki kelemahan yang ada. Ini menjadi penghalang besar untuk mencapai perkembangan pribadi yang bermakna.

Lebih parah lagi, individu tanpa self awareness yang baik akan mengalami kesulitan dalam membuat keputusan yang tepat dan bijaksana. Keputusan mereka mungkin tidak selaras dengan nilai-nilai dan tujuan hidup yang sesungguhnya, sehingga sering kali berujung pada penyesalan, kebingungan, atau bahkan konflik internal yang berkepanjangan. Hal ini tidak hanya menghambat pertumbuhan dan kesuksesan pribadi, tetapi juga dapat mempengaruhi aspek sosial dan profesional dalam kehidupannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *